Text
Studi Hadits : Tim Reviewer MKD 2015 UIN Sunan Ampel Surabaya / Idri
Judul : Studi Hadits : Tim Reviewer MKD 2015 UIN Sunan Ampel Surabaya
Penulis : Idri
Edisi : Cetakan 4
Penerbit : UIN Sunan Ampel Press
Deskripsi Fisik : xii, 250 hlm.; 21 cm.
ISBN : 9786029885972
Abstrak Informatif :
Islam sebagai agama yang sempurna ajarannya bersumber dari Al-Qur'an dan hadits. Keduanya menjadi pedoman dalam penetapan hukum dan rujukan dalam melaksanakan seluruh ajaran Islam. Setiap muslim wajib mempelajari dan memahami Al-Qur'an dan hadits.
Sebagai sumber ajaran Islamkedua setelah Al-Qur'an, Hadits menempati posisi yang sangat urgen dalam struktur kajian keislaman. Karena itu, mempelajari hadits dan studi hadits juga penting sebagai upaya untuk mengkaji dan menelusuri hadits-hadits yang dapat dijadikan sebagai dalil dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan umat manusia. Studi hadits, yang pada garis besarnya terbagi menjadi dua; studi hadits riwayah dan dirayah, merupakan disiplin keilmuan yang tidak hanya menjelaskan bagaimana seseorang berhadapan dengan hadits-hadits Nabi sebagai teks agama, tetapi juga bagaimana menyikapi otentisitas hadits-hadits itu secara kritis dan ilmiah sehingga kebenarannya dapat dipertanggung-jawabkan.
Materi kajian dalam buku ini terbagi menjadi 9 bab pembahasan, dimulai pada bab 1 tentang terminologi hadits Nabi yang membahas tentang pengertian hadits, sunnah, khabar dan asar baik secara bahasa maupun secara istilah menurut ulama hadits, ulama ushul fiqh, dan ulama fiqh. Demikian pula persamaan dan perbedaan berbagai istilah tersebut serta bentuk-bentuk hadits disertai contoh masing-masing. Bab ini juga membahas tentang struktur hadits yang meliputi mukharrij, perawi, perawi pertama, perawi terakhir, sanad dan matan disertai dengan contoh dan penjelasannya.
Bab 2 membahas tentang kedudukan dan fungsi hadits yang mencakup kajian tentang kedudukan dan kehijjahan hadits, fungsi hadits terhadap Al-Qur'an, dan inkar sunnah. Kedudukan hadits sebagai sumber ajaran Islam dikaji berdasarkan dalil dan argumentasi baik dari Al-Qur'an, hadits Nabi, ijma' maupun akal. Sedangkan posisi hadits terhadap Al-Qur'an dapat dilihat dari fungsinya baik sebagai penafsir, penjelas, penguat, pemerinci, pengkhusus ketentuan-ketentuan ayat Al-Qur'an, bahkan sebagai penasakh dan penetap hukum sendiri yang tidak ditetapkan dalam Al-Qur'an. Sedangkan pembahasan tentang inkar sunnah berisi tentang pengertian inkar sunnah, sejarahnya, argumentasi kelompok inkar sunnah dan tanggapan para ulama terhadap pendapat dan keyakinan mereka.
Bab 3 membahas tentang penulisan hadits dan sejarah perkembangannya, yang diawali dengan kajian tentang pro dan kontra tentang penulisan hadits yang pernah terjadi di kalangan umat Islam dilanjutkan dengan pembahasan tentang sejarah penulisan hadits yang dimulai sejak masa Rasulullah dan sahabat, masa kodifikasi, hingga masa pasca kodifikasi. Penulisan dan kodifikasi hadits memakan waktu yang sangat panjang dan menghasilkan beragam literatur hadits dengan segala bentuk dan tipenya baik yang masih ada sampai sekarang maupun yang telah hilang tergerus zaman.
Bab 4 mengkaji tentang ilmu hadits riwayah dan dirayah yang mencakup pembahasan tentang pengertian ilmu hadits, ruang lingkup dan faedah ilmu hadits, serta sejarah perkembangan ilmu hadits.
Bab 5 membahas tentang cabang-cabang ilmu hadits yang mencakup ilmu rijal al-hadits, ilmu al-jarh wa al-ta'dil, ilmu gharib al-hadits, ilmu asbab wurud al-hadits, ilmu nasikh wa mansukh al-hadits, ilmu mukhtalaf al-hadits dan ilmu 'ilal al-hadits.
Bab 6 membahas tentang pembagian hadits ditinjau dari empat segi, yaitu dari segi persambungan sanad, dari segi kuantitas sanad, dari segi kualitas sanad dan matan, serta dari segi penisbahan hadits.
Bab 7 membahas tentang kaedah kesahihan hadits yang mengkaji tentang kaedah otentisitas hadits (kritik sanad hadits), kaedah validitas hadits (kritik matan hadits), dan prinsip-prinsip dalam memahami hadits.
Bab 8 tentang ilmu al-jarh wa al-ta'dil, yang pembahasan mencakup pengertian al-jarh wa al-ta'dil, peranan ulama kritikus perawi hadits dalam penetapan sifat 'adalah dan dabit perawi, bentuk dan tingkatan lafal al-jarh wa al-ta'dil, serta kitab-kitab yang membahas tentang ilmu al-jarh wa al-ta'dil.
Bab 9 atau bab terakhir berkenaan dengan penelitian dan takhrij hadits. Kedua hal ini saling berkaitan karena ketika seseorang melakukan penelitian hadits, salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan men-takhrij hadits itu.
Kata Kunci : Riwayah Hadits, Dirayah hadits, Al-Jarh wa al-ta'dil.
Buku ini sudah disunting dengan perbaikan mencakup nama pengarang, pernyataan tanggung jawab, edisi, data koleksi eksemplar, deskripsi fisik, klasifikasi, nomor panggil, tajuk subjek dan gambar sampul.
Tidak tersedia versi lain