Text
Melacak Teori Einstein dalam Al-Quran : Penjelasan Ilmiah Tentang Einstein dalam Al-Quran / Wisnu Arya Wardhana
Judul : Melacak Teori Einstein dalam Al-Quran : Penjelasan Ilmiah Tentang Einstein dalam Al-Quran
Penulis : Wisnu Arya Wardhana
Edisi : Cetakan 2
Penerbit : Pustaka Pelajar
Deskripsi Fisik : xlviii, 291 hlm.; 21 cm.
ISBN : 979245800X
Abstrak Informatif :
Al-Qur'an adalah kitab suci yang berfungsi sebagai pedoman hidup (hudan lilmuttaqin), karena itu al-Qur'an senantiasa dibaca dan ditelaah secara intensif oleh umat Islam. Hampir semua aspek kehidupan umat Islam senantiasa dirujuk pada al-Qur'an.
Tak terkecuali perkembangan sains dan teknologi yang pengaruhnya sangat luas terhadap kehidupan umat manusia. Melalui revolusi ilmu khususnya fisika, sains-teknologi yang puncaknya terjadi pada abad 20. Tokoh terpenting fisika abad 20 tiada lain adalah Albert Einstein. Bahkan tokoh ini seakan identik dengan fisika, sehingga ketika orang awam ditanya apa itu fisika dengan menyebut nama Einstein maka orang itu lantas paham apa itu fisika. Tahun 2005 dirayakan para ilmuwan sebagai tahun fisika untuk mengenang 100 tahun diterbitkannya tulisan Einstein tentang relativitas yang telah melambungkan namanya. Mengingat ketokohan dan pengaruhnya yang besar dalam masyarakat ilmiah maupun umum, telah banyak tulisan yang membahas tentang Einstein terutama sikap keagamaannya atau religiositasnya.
Ungkapannya yang terkenal ilmu tanpa agama akan buta sedangkan agama tanpa ilmu akan lumpuh (science without religions is blind and religion without science is limp) dianggap sebagai cerminan sikap keagamaannya. Sikap semacam ini seakan menempatkan posisi agama dan sains sama pentingnya bagi kehidupan manusia.Tidak boleh satu dan lainnya saling menghilangkan atau menegasikan. Bagi masyarakat umum terutama masyarakat beragama sikap itu sangat penting di tengah pandangan yang mendominasi bahwa ada benturan yang sangat keras antara ilmu dengan agama yang cenderung destruktif. Agama kemudian menjadi terpinggirkan. Padahal pada abad sebelum era modemisasi (abad 17) agama begitu mendominasi seluruh aspek kehidupan manusia. Begitu juga hubungan Islam sains yang sangat serasi dan saling menguatkan sejak awal perkembangannya hingga mencapai puncaknya pada abad 14 masehi, mengalami hubungan yang kurang harmonis sesudah abad 18 masehi.
Setelah mereda penjajahan fisik oleh Barat terhadap bagian dunia lain terutama negara-negara Islam, pelan-pelan hubungan antara Islam dengan sains mengalami harmonisasi kembali. Maka bermunculan tulisan yang mencoba mengaitkan antara agama dengan sains.
Buku ini dalam pembahasannya terdiri dari 10 bab yang mencakup bab 1 pendahuluan; bab 2 fungsi al-Qur'an; bab 3 belajar iptek itu wajib; bab 4 riwayat hidup Einstein; bab 5 hadiah nobel bagi Einstein; bab 6 teori Einstein sudah tersirat dalam al-Qur'an; bab 7 bukti kebenaran al-Qur'an melalui ilmu pengetahuan dan teknologi; bab 8 akhirnya, Einstein bertemu Tuhan; bab 9 catatan akhir dan pembahasan ditutup bab 10 penutup.
Kata Kunci : Tafsir Tematik, Sains dalam Islam, Al-Qur'an dan Teori Einstein.
Buku ini sudah disunting dengan perbaikan mencakup nama pengarang, pernyataan tanggung jawab, edisi, data koleksi eksemplar, deskripsi fisik, klasifikasi, nomor panggil, tajuk subjek dan gambar sampul.
Tidak tersedia versi lain