Text
Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Quran / Agus Haryo Sudarmojo
Judul : Menyibak Rahasia Sains Bumi Dalam Al-Quran
Penulis : Agus Haryo Sudarmojo
Edisi : Cetakan 2
Penerbit : Mizan, Bandung : 2009.
Deskripsi Fisik : xv, 234 hlm.; 20 cm.
ISBN : 9786028236164
Abstrak Informatif :
Peristiwa big bang yang telah dikemukakan oleh Georges Lemaitre, George Gamow pada tahun 1930-an dan Stephen Hawking pada tahun 1980-an tersebut telah menjelaskan kejadian awal alam semesta. Teori tersebut menjelaskan bahwa alam semesta awalnya tersusun dari sebuah titik yang sangat rapat, padat dan panas yang disebut titik singularitas, yaitu sebuah titik yang tidak terdefinisikan. Dari titik inilah suatu ledakan kosmis maha dahsyat yang disebut sebagai big bang terjadi dan membentuk atom-atom hidrogen, helium, proton, elektron dan neutron dalam hitungan menit. Sejak saat itu masa keemasan alam semesta terjadi. Proto-proto galaksi, galaksi-galaksi dan quasar mulai terbentuk. Semuanya terkendali dalam jaring-jaring grativitasi yang sudah terbentuk sejak awal, sebelum ledakan kosmis tersebut. Selanjutnya alam semesta mengembang dan berangsur dingin.
Peristiwa big bang dijelaskan oleh al Qur'an (QS al-Anbiya : 30) dengan sangat indah dan bijaksana. Allah hanya mengatakan bahwa "langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya", selanjutnya Allah menjelaskan bahwa segala sesuatu yang hidup itu diciptakan dari air. Ini membuktikan bahwa al Qur'an menyajikan informasi yang sangat akurat bahwa pada awalnya langit dan bumi memang berpadu dalam satu titik singularitas sebagai asal segala yang ada di jagat raya. Kemudian kalimat bahwa semua kehidupan itu berasal dari air, tiga ahli kosmologi dan astronomi, yaitu Georges Lemaitre, George Gamow dan Stephen Hawking menjelaskan bahwa atom-atom yang terbentuk sejak peristiwa big bang adalah atom hidrogen dan oksigen, artinya sejak 1400 tahun silam al Qur'an telah menyebutkan jauh sebelum tiga pakar tersebut mengemukakan teorinya.
Buku ini dalam pembahasannya terdiri dari 18 bagian yang mencakup bagian 1 renungan; bagian 2 bumi pernah berpadu dengan langit; bagian 3 ternyata bumi sepertiga umur langit; bagian 4 ditahan agar tidak lenyap; bagian 5 bumi unik di jagat raya; bagian 6 besinya dari langit; bagian 7 seperti permadani yang dihamparkan; bagian 8 seandainya rembulan tiada; bagian 9 daratan dan lautan; bagian 10 gerakan menakjubkan seperti awan berjalan; bagian 11 bumi pernah mati kemudian bersendawa; bagian 12 gunung es jatuh dari langit; bagian 13 air memahami ucapan manusia; bagian 14 bumi bangkit dari kematiannya; bagian 15 munculnya tujuh lapis langit bumi; bagian 16 gumpalan dari langit; bagian 17 tujuh tugas pasaknya; dan pembahasan ditutup pada bagian 18 perlukah pamrih kepada Allah SWT.
Kata Kunci : Tafsir Tematik, Sain dalam Islam, Bumi dalam al Qur'an.
Buku ini sudah disunting dengan perbaikan mencakup nama pengarang, pernyataan tanggung jawab, edisi, data koleksi eksemplar, ISBN, deskripsi fisik, klasifikasi, nomor panggil, tajuk subjek dan gambar sampul.
Tidak tersedia versi lain