UPA Perpustakaan UIN Palangka Raya

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

CD-ROM

AMAR MAʻRŪF NAHĪ MUNKAR DALAM PERSPEKTIF IMĀM AL-GAZĀLĪ (Kajian Kitab Iḥya’ ʻUlūm al-Dīn tentang al-Amru bi al-Maʻrūf Wa an-Nahyu ʻan al-Munkar)

Akhmad Faruqi (0903110276) - Nama Orang;

Aktivitas amar maʻrūf nahī munkar merupakan salah satu bentuk dakwah dalam arti mengajak dan menyeru umat manusia menuju kebaikan dan ketakwaan, dan mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Al-Qur'an telah menjadikan amar maʻrūf dan nahī munkar sebagai keistimewaan yang pertama yang dimiliki oleh umat Islam sehingga mengungguli umat-umat lainnya. Begitu juga Rasulullah SAW mengingatkan agar siapa pun jika melihat kemungkaran, maka ia harus mengubah dengan tangan, dengan lisan, atau dengan hati, sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Betapa urgennya perkara ini sehingga Ḥujjatt al-Islâm, Imām Al-Gazālī dalam kitabnya Iḥya’ ʻUlūm al-Dīn menekankan bahwa aktivitas amar maʻrūf dan nahī munkar adalah kutub (poros) terbesar dalam urusan agama. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa amar maʻrūf dan nahī munkar ini dianggap sebagai sumber politik terpenting dalam Islam dan menjadi slogan perjuangan serta simbol utuh dari dakwah Islam.
Rumusan masalah pada penelitian ini bagaimana konsep amar maʻrūf nahī munkar dalam perspektif Imām Al-Gazālī dalam kitab Iḥya’ ʻUlūm al-Dīn? Apakah konsep tersebut masih relevan dengan zaman sekarang?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konsep amar maʻrūf nahī munkar dalam perspektif Imām Al-Gazālī dalam kitab Iḥya’ ʻUlūm al-Dīn dan mengetahui relevansi konsep tersebut dengan zaman sekarang.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode yang biasa dikenal dengan library research. Obyek kajian adalah tentang konsep amar maʻrūf nahī munkar dalam perspektif Imām Al-Gazālī. Di samping itu penulis juga memaparkan konsep tersebut menurut ulama-ulama lainnya dengan menggunakan landasan filosofis berupa kualitatif-rasionalistik. Secara metodologis, penelitian ini merupakan bagian dari penelitian yang menggunakan pendekatan kesejarahan (historical approach) dan metode hermeneutik (hermeneutical method). Metode analisa data yang digunakan adalah analisis isi (Content Analysis) dengan cara deskriptif interpretatif yakni isi yang disajikan diberikan penafsiran dan pembahasan, khususnya masalah-masalah pokok terhadap data yang ditemukan.
Dari hasil penelitian penulis, menunjukkan bahwa Al-Gazālī sangat hati-hati dalam hal pelaksanaan dan pengaturan amar maʻrūf nahī munkar (ḥisbah) sehingga ia menetapkan etika dan beberapa rukun, di mana setiap rukun tersebut mempunyai syarat-syarat tersendiri. Ketentuan-ketentuan itu ditetapkan agar pelaksanaan amar maʻrūf nahī munkar tersebut tidak menimbulkan kemudharatan atau kemungkaran baru. Dalam pelaksanaan ḥisbah (nafs al-iḥtisab) misalnya, ia mendahulukan proses identifikasi masalah (al-taʻarruf), pemberitahuan (al-tarīf), mencarikan solusi dengan menasihati secara lemah lembut (an-Nasīḥat bi al-kalām al-laṭīf), baru melakukan “nahī munkar” dengan hardikan dan ancaman dengan pukulan sebagai langkah berikutnya. Dalam penyampaian pesan moral beramar maʻrūf nahī munkar ini, Al-Gazālī lebih memakai metode persuasif daripada konfrontasi atau dengan kekerasan. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Gazālī lebih mementingkan aspek kemaslahatan dan kemanusiaan (humanisme).
Hasil penelitian selanjutnya adalah bahwa etika beramar maʻrūf nahī munkar dalam perspektif Al-Gazālī ini sebagai bentuk pemikiran memang tidak bisa dikatakan “sempurna” untuk diterapkan di masa sekarang. Sebab, etika tersebut merupakan jawaban bagi persoalan di zamannya, yaitu saat sistem sosial dan politik yang ada pada waktu itu banyak berbeda dengan sistem politik sekarang. Namun sebagai moral ataupun kode etik, pemikiran Al-Gazālī ini masih sangat relevan untuk diaplikasikan dalam konteks masyarakat plural sekarang, terlebih di tengah-tengah bangsa Indonesia yang mengalami krisis multidimensional ini.


Ketersediaan
#
Perpustakaan IAIN Palangka Raya Belum memasukkan lokasi
18/KPI/13
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
18/KPI/13
Penerbit
: STAIN., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
R 2x7.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Dakwah
Ibadah
Beramal
Da'wah
Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Imam Al-Ghazali
Kitab Ihya Ulum al-Din
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Akhmad Faruqi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Abstrak (AF)
  • Bab 1. Pendahuluan (AF)
  • Bab 2. Kajian Tentang Amar Ma'ruf
  • Bab 3. Kajian Tentang Al-Ghazali
  • Bab 4. Konsep Amar Ma'ruf Nahi Munkar
  • Bab 5. Penutup (AF)
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan UIN Palangka Raya
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan UIN Palangka Raya ada salah satu Unit Pelaksana Akademik yang meyediakan sumber informasi akademik untuk menunjang pelaksanaan tridharma perguruan di UIN Palangka Raya.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?